slide

Loading...

Selasa, 08 Februari 2011

Keterkaitan Populasi Manusia dengan Polusi Udara dan Penggunaan Air

Tiap detik 5 sampai 6 anak lahir di dunia sehingga jumlah manusia semakin hari semakin bertambah dengan cepat. Permasalahan yang timbul dari pertumbuhan manusia yang cepat ini yaitu kekhawatiran manusia itu sendiri akan kelebihan populasi yang akan atau telah menyebabkan penipisan sumber daya alam dan perusakan lingkungan. Kemudian untuk menyikapi hal itu banyak negara yang mencanangkan program keluarga berencana untuk mengontrol tingkat fertilitas dan meyetabilkan jumlah populasi di negara mereka.
Pertumbuhan populasi manusia membentuk kurva J tajam. Awalnya pertumbuhan populasi manusia relative lambat namun dengan bertambahnya individu bereproduksi, pertumbuhan meningkat. Hal ini merefleksikan fakta bahwa populasi dunia bertambah sangat tajam seperti fungsi eksponen. Tingkat pertumbuhan ditentukan oleh perbedaan antara jumlah orang yang lahir pertahun dan jumlah orang yang mati pertahun.
Perbedaan pandangan perspektif tentang pertumbuhan populasi yang terkenal yaitu antara Thomas Malthus dan Karl Max. Thomas Malthus berpendapat populasi yang berlebihan adalah penyebab utama dari banyak masalah sosial dan lingkungan. Namun Karl Max berpikiran sedikit berbeda. Ia berpendapat eksploitasi adalah masalah sebenarnya sehingga menyebabkan kemiskinan dan degradasi lingkungan.
Kita menyadari pentingnya teknologi dalam kehidupan manusia itu sendiri. Teknologi mendukung kapasitas manusia sehingga pertumbuhan manusia itu jauh lebih pesat ketika teknologi mulai bermunculan. Teknologi pengobatan misalnya dapat mengatasi wabah-wabah penyakit yang dahulu memakan korban cukup banyak. Selain itu banyak teknologi lain yang secara langsung maupun tidak langsung berdampak pada pertumbuhan manusia. Pertumbuhan manusia yang cukup besar sebenarnya tidak selamanya merupakan masalah. Sumber daya manusia akan sempurna jika kualitas dan kuantitasnya cukup besar.
Demografi atau statistik kependudukan di dunia menunjukkan peralihan berarti di beberapa dekade terakhir. Akhir-akhir ini negara-negara maju cendrung memiliki pertumbuhan populasi kecil bahkan beberapa negara maju pertumbuhan populasinya minus seperti Jerman dan Jepang. Namun dibeberapa negara berkembang dan kurang berkembang terjadi pertumbuhan populasi yang cukup signifikan. Amerika sendiri pertumbuhan populasinya yang lumayan besar berasal dari migrasi ke negara superpower itu cukup besar. Sedangkan di beberapa negara Afrika dimana pendidikan mengenai kesehatan reproduksi yang kurang memadai HIV menjadi potensi kematian terbesar dinegara itu sehingga pertumbuhan populasi di beberapa negara Afrika jauh berkurang disebabkan penyakit ini. HIV sendiri sudah merambah ke benua lain seperti Asia dan Amerika.
Transisi demografi ini dipengaruhi oleh budaya dan ekonomi. Negara maju dimana tingkat pendidikan tinggi, menganggap pernikahan dan anak adalah penghambat kesuksesan mereka. Budaya masyarakat muslim cendrung memilih untuk memiliki banyak keturunan. Memang banyak negara yang memiliki pertumbuhan populasi yang tinggi kini juga mengusung sistem keluarga berencana. Hal ini disebabkan pola pikir manusia yang lambat laun berubah karena tidak dipungkiri lagi untuk mendewasakan seorang anak dengan baik membutuhkan biaya yang lumayan besar. Oleh sebab itu, ekonomi harus diperhatikan dalam perencanaan sebuah keluarga.
Keluarga berencana sudah diterapkan di berbagai negara dan terbukti sukses menekan jumlah populasi negara mereka. Kebijakan yang telah dipertimbangkan dengan matang ini harus giat diterapkan di negara-negara kurang berkembang dan berkembang yang memiliki angka pertumbuhan penduduk besar. Negara tersebut dapat mengontrol dan menstabilkan kondisi negara itu jika tidak terus menerus terjadi ledakan penduduk. Setiap keluarga dapat memilih program untuk melakukan keluarga berencana. Sudah banyak teknologi kedokteran yang ditemukan untuk mendukung sistem ini.

Pertumbuhan populasi manusia yang meningkat ini tentunya berdampak pada ekosistem dan menyebabkan terjadinya polutan yang berakumulasi. Polutan adalah substansi tambahan pada lingkungan, hasil dari aktifitas manusia, yang berdampak pada kehidupan, termasuk manusia. Polutan ini terdapat pada udara, air, dan tanah. Polutan secara umum dapat dibagi menjadi 2 yaitu polutan primer dan polutan sekunder. Polutan primer langsung dipancarkan di lingkungan namun polutan sekunder terbentuk karena interaksi polutan-polutan yang ada. Klasifikasi lain dari polutan tentu saja dapat dikelompokkan berdasarkan kandungannya. Zat-zat yang mencemari udara antara lain senyawa Sulfur, Karbon oksida, senyawa Nitrogen, Senyawa organik volatil, fotokimia oksida, logam, halogen dan material partikulat. Masing-masing dari senyawa dan zat ini memiliki dampak yang berbahaya bagi kehidupan manusia sendiri. Senyawa sulfur dan nitrogen misalnya, beberapa dari senyawa tersebut dapat bereaksi dengan air menjadi hujan asam yang dapat merusak hutan, laut bahakan bangunan-bangunan yang berkonstruksi logam. Karbon dioksida yang merupakan salah satu gas rumah kaca diyakini sebagai penyebab pemanasan global yang telah mengubah siklus iklim dunia saat ini. Banyak lagi dampak dari polutan-polutan tersebut bagi kehidupan kita.   
Polusi udara diklam disebabkan oleh manusia itu sendiri. Banyak kegiatan manusia seperti industri, transportasi, dan sebagainya yang menghasilkan bahan buangan ke udara. Bahan buangan ini sebagian besar tidak dapat dinetralisir oleh alam karena sifat dari polutan itu sendiri ataupun karena banyaknya polutan yang dihasilkan seiring pertumbuhan manusia. Manusia sendiri telah lama sadar bahwa mereka telah membuang sesuatu yang berbahaya di tempat mereka hidup. Namun perlu usaha yang global dan kesadaran yang besar untuk merubah pola hidup manusia yang sudah tergantung pada industri dan berbagai peralatan katakanlah mesin penghasil polutan tersebut sejak lama. Hal yang sama di luar ruangan terjadi di dalam ruangan. Udara di dalam ruangan dimana sebagian besar manusia beraktifitas, diteliti tidak lebih baik bahkan sebagian besar lebih buruk daripada udara di luar ruangan. Rokok adalah penyebab utama pencemaran di dalam ruangan. Rokok menghasilkan berbagai jenis polutan berbahaya yang dapat menyebabkan kematian bahkan bagi penghirup asapnya saja.
Sebelumnya telah disinggung mengenai iklim. Polutan dapat menyebakan inversi pada temperatur bumi karena efek dari gas rumah kaca yang semakin tinggi kadarnya di udara. Kota-kota besar yang didominasi bangunan pencakar langit dari beton dan kaca nan berpendingin ruangan  menambah gersangnya dan menambah partikulat-partikulat berbahaya ke udara. Topografi alami dikalahkan oleh topografi buatan ini sehingga ketidakseimbangan terjadi di seluruh belahan bumi atau dapat dikatakan secara global. Berbicara mengenai ozon yang merupakan pelindung bumi dari sinar ultraviolet yang berbahaya bagi tubuh kita dan kehidupan sekitar, klorin yang merupakan gas buangan dari berbagai peralatan manusia seperti pendingin ruangan, mampu bersenyawa dengan ozon tersebut sehingga ozon terdegradasi dan pada akhirnya tidak mampu melindungi bumi ini. Anginpun yang secara harfiahnya menyeimbangkan temperatur dan membantuk siklus air ternyata juga dapat membawa polutan dari suatu tempat ke daerah-daerah sekitarnya sehingga polusi berlangsung semakin luas.
Untuk mencegahan polusi udara ini tidak dapat ditangani oleh satu wilayah atau distrik saja tetapi harus seluruh dunia turun tangan atas masalah yang telah mengglobal ini. Beberapa negara telah mengusahakan berbagai upaya seperti membuat perjanjian dan bersatu untuk mengurangi polusi yang semakin luas terjadi. Salah satu perjanjian untuk menekan produksi CFC gas perusak ozon, yaitu Protokol Montreal telah sukses menurunkan produksi CFC tersebut sehingga ozon kita dapat terselamatkan.
Polusi udara ini pada tubuh manusia terutama organ pernafasan tentunya sangat berbahaya. Merusak sistem kerja organ yang menopang kehidupan kita selain juga merusak makhluk hidup lain dan ekosistemnya. Hujan asam, kerusakan hutan, pencemaran air ( sungai danau dan laut), ekosistem lain serta merusak bangunan dan kendaraan  adalah dampak dari sesuatu yang sebenarnya kita sebabkan sendiri. Selanjutnya yang harus kita pikirkan bersama adalah bagaimana mengontrol polusi tersebut agar kehidupan kita tidak bertambah buruk. Selain Protokol Montreal yang telah disebabkan di atas banyak lagi usaha-usaha negara-negara dunia seperti karbon trading dan penelitian mengenai teknologi ramah lingkungan seperti bahan bakar ramah lingkungan dan sebagainya.
Untuk kedepannya usaha-usaha mengontrol pencemaran udara ini harus lebih dan lebih ditingkatkan. Keterlenaan kita dimasa lalu  dan bahkan terlalu besarnya aktivitas kita sekarang ini yang membuang racun ke bumi kita sendiri harus diobati oleh usaha yang lebih keras lagi sekarang untuk kehidupan masa depan kita. 

Selain udara, sumber daya alam terpenting yang kita butuhkan untuk hidup dan beraktivitas adalah air. Air adalah sumber daya alam berharga namun kelangkaan air akhir-akhir ini diserukan di banyak belahan dunia. Air memang sumber daya alam yang dapat diperbaharui dan air selalu bersiklusasi dan terdistribusi kelingkungan kita lagi. Namun permasalahan yang sebenarnya telah ada sejak dulu itu adalah distribusi air tidaklah merata ke semua tempat disetiap waktu. Ada tempat-tempat tertentu yang kekurangan air atau ada waktu-waktu tertentu dimana kita sangat kelebihan air. Itu semua merupakan bagian dari siklus air yang sebenarnya dapat dengan bijaksana kita nikmati alurnya. Air adalah bagian terbesar di bumi ini bahkan bagian terbesar ditubuh kita sendiri. Tersedia sangat banyak dan dibutuhkan dengan sangat bnayak pula. Seiring berkembangnya industri dan pertumbuhan manusia semakin bnayak air yang digunakan untuk kehidupan manusia. Pertanian adalah kegiatan manusia yang menggunakan air sekitar 70% dari kebutuhan air manusia dunia. Mengingat di waktu-waktu tertentu, lebih dikenal dengan musim penghujan dan sisanya adalah musim kemarau yang sulit air, manusia telah lama membangun sistem manangemen air baik untuk pertanian atau kebutuhan lain. Kita mengetahui bahwa sistem bendungan telah dikenal oleh masyarakat peradaban Mesir kuno, Harappa India, Cina kuno dan peradaban besar lainnya. Mereka menyimpan air yang berlebih di musim penghujan dan menggunakannya saat musim kemarau. Sistem managemen air ini telah berhasil mengatasi kesulitan manusia. Bendungan juga bermanfaat untuk melakukan konservasi air, dengan menahan air lebih lama di darat sebelum mengalir kembali ke laut akan memberikan waktu untuk meresap dan memberikan kontribusi terhadap pengisian kembali air tanah.
Meskipun nilai manfaat yang besar tersebut, pembangunan bendungan juga menyimpan berbagai potensi permasalahan. Berikut ini beberapa permasalahan sosial dan lingkungan yang berkaitan langsung dengan pembangunan bendungan. Pembangunan bendungan terutama dengan kapasitas yang besar menyebabkan punahnya spesies lokal (ikan), hilangnya hutan, lahan basah, dan lahan pertanian. Bendungan telah merubah hidrologi sungai dan ekosistem sekelilingnya secara permanen. Jika ternyata lingkungan sekitar bendungan berubah menjadi tidak sesuai dengan kondisi desain maka ini merupakan masalah besar. Kualitas air akan menurun, akibat adanya bendungan volume air di beberapa sungai menjadi turun sehingga akan menaikkan salinitas air. Dengan adanya bendungan akan berdampak pada terhambatnya aliran nutrient yang dibutuhkan oleh ikan . Bendungan juga menjadi penghalang bagi ikan-ikan untuk melakukan migrasi (bertelur), walaupun telah ditemukan teknologi fish ladder, namun tingkat efektivitasnya masih rendah.Transportasi sediment di sepanjang sungai menjadi terganggu. Ini akan mempengaruhi morfologi dari palung, hilir bantaran sungai dan bahkan delta pantai, dan pada gilirannya berdampak pada ekosistem di daerah-daerah tersebut. sedimentasi di waduk juga akan mengurangi kapasitas dan bendungan yang ada.Penelitian terakhir menemukan jika bendungan berkontribusi seperempat dari gas rumah kaca akibat terlepasnya gas methan dari degradasi tumbuhan air di dalam bendungan.
            Kekurangan air bersih tentunya sangat bermasalah bagi kehidupan kita. Selain karena memang pertumbuhan manusia, aktivitas industri dan pertanian yang semakin besar, banyak kegiatan manusia yang tidak bijak dalam mengatur tata perkotaan mereka. Beberapa daerah resapan dan penyangga air dibangun bangunan mewah. Hutan lindung dan hutan alami berkurang demi industri dan pembangunan. Sungai-sungai mengering akibat manusia mengambil keuntungan sesaat sedangkan air tanah terus dikuras untuk industri dan kemudian limbahnya dibuang kembali ke aliran sungai. Bukankah menjadi tidak relevan jika akhir-akhir ini tidak banyak negara yang menyerukan kekurangan air bersih.
Manusia tidak boleh selamanya menjadi anak-anak yang tidak dewasa. Kita manusia modern harus memikirkan usaha menyelamatkan sumber daya vital ini. Telah banyak usaha yang diserukan dan diupayakan untuk menjaga kelestarian air tersebut, seperti menggunakan ulang air yang layak pakai pada beberapa industri, penjatahan air di beberapa negara, pengurangan volume air toilet, serta penyeruan gaya hidup ke vegetarian yang lebih hemat air. Tentunya perlu upaya-upaya lain untuk menghindari kelangkaan air yang semakin cepat mendekati kita semua itu.


Referensi                       

Cunningham and Cunningham, Environmental Science A Global Concern, ed.10.,McGraw Hill.,2008
.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar